![]() |
| sumber: pixabay.com |
Sebagai ilustrasi, misalnya kamu membangun rumah di suatu tempat dengan dana Rp 200 juta, bisa saja kamu langsung menjualnya ketika rumah itu jadi dengan harga 2-3 kali lipat dari modal. Sangat memikat, bukan! Itulah yang selama ini dilakukan oleh para pengembang apartemen, perumahan, hotel, dan lain sebagainya. Potensi yang sedemikian besar juga yang membuat sektor properti sangat berkembang di Indonesia dewasa ini.
Namun, seperti yang sudah ditulis di awal, keuntungan berinves di properti memang besar, tapi modalnya juga tak kalah besar! Kalau kayak alumnus yang baru seumur jagung ini, menjadi pemain di sektor properti guna berinvestasi masih sekadar angan-angan. No money.
Meskipun keuntungnnya besar, sektor properti harus dimainkan dengan jeli. Tak jarang orang yang bersaku tebal tak memiliki keberanian untuk berinvestasi di properti. Memang itulah hukum investasi: high risk high return. Diperlukan tekad yang kuat dan keberanian yang besar untuk berinvestasi di sektor ini.
Untuk lebih jelasnya coba kupaparkan keuntungan dan kelemahan yang ada dalam investasi sektor ini.
KEUNTUNGAN
- Gampang dijual. Tak dapat memungkiri, mungkin karena sifatnya yang adalah kebutuhan dasar--berdasarakan pelajaran di SD dulu--properti diminati oleh banyak orang, tanpa mengenal tempat dan waktu. Tanah, rumah, dan apartemen selalu menjadi primadona dari waktu ke waktu sehingga menjualnya sangat gampang.
- Nilai tak pernah turun. Jika saat menjual emas atau mencairkan saham, kita harus memperhatikan kondisi saat itu: harganya sedang naik atau turun; tidak demikian dengan properti. Mau dijual kapan saja dan di mana saja, harganya pasti tidak pernah turun. Jadi saat bermain di jenis investasi ini, kamu bisa bernapas lega karena hartamu tak pernah mengalami penurunan nilai.
- Tidak pusing penyimpanan. Kalau investasi emas, pasti masalah penyimpanan menjadi beban pikiran tersendiri. Salah-salah naruh, emas itu bisa hilang atau digondol maling. Kalau berinvestasi properti, kamu tak perlu takut harus menyimpannya di mana.
- Keuntungan besar. Seperti yang sudah djelaskan pada pengantar, produk properti bisa dijual berkali-kali lipat dari modalnya. Keuntungannya bukan lagi receh, melainkan berlembar-lembar uang merah.
KELEMAHAN
- Modal besar. Bermain investasi properti tidak dapat menunggu waktu karena harganya kian lama makin menanjak. Sebagai contoh, harga tanah di Margonda, Depok, pada tahun 1987 hanya sekitar Rp25.000 per meter persegi, namun sekarang sudah menyentuh angka Rp 5 juta per meter persegi. Modal besar inilah yang menjadi kelemahan terbesar bermain investasi di sektor ini bagi investor pemulai.
- Pengurusannya ribet. Intinya, ini karena sistem birokrasi kita yang masih amburadul. Untuk pada akhirnya memilih properti sebagai sarana investasi, kamu harus mempertimbangan surat-surat perizinan bagi investasi kalian, seperti sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan segala macam. Pastikan juga jangan sampai lahan dan properti kalian merupakan sengketaan. Itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
- Pajak terus dinaikkan. Ini sebenarnya sama seperti biaya administrasi bank saat kita memutuskan memilih berinvestasi deposito. Namun, negeri yang sedang gencar mencari pemasukannya lewat pajak ini terus menaikkan biaya Pajak Bumi Bangunan (PBB). Kalian harus siap untuk biaya yang satu ini setiap tahunnya jika sudah memutuskan berinvestasi properti.
- Renovasi. Masalah ini terutama untuk investasi yang sudah berbentuk bangunan atau apartemen. Jika sudah ditempati sekian lama, tentunya harus ada peremajaan agar nilai jualnya tinggi. Untuk itu, dibutuhkan biaya yang juga tidak sedikit.
Yaps, itu sedikit pemaparan soal investasi properti. Bagi yang minat dan ada dananya, jangan tunggu-tunggu untuk mulai berinvestasi properti dari sekarang sebab harga tanah, rumah, dan teman-temannnya tidak pernah turun. Oke? Selamat berinvestasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar