Mulailah aku belajar semua jenis invetasi yang memungkinkan supaya si uang bisa bekerja buatku, bukan aku bekerja buat uang. Baiklah ini beberapa tips supaya investasi kami bisa tepat dan menguntungkan. Lagi-lagi ini berdasarkan pengalaman alumnus yang kelulusannya baru seumur jagung. :)
1. Pastikan Besaran Investasi
Selain investasi, kita tentu butuh biaya lain-lain dalam sebulan waktu menghabiskan gaji kita atau pendapatan lainnya. Karena itu, menjadi penting untuk menentukan besaran dana yang akan kamu investasikan dalam bentuk apa pun. Pastikan besaran dana itu tetap tiap bulan, bahkan kalau bisa bertambah, tapi jangan berkurang. Idealnya dana yang digelontorkan buat investasi itu sekitar 20% dari pendapatan. Dengan begitu, kamu masih memiliki cukup dana untuk biaya operasional, hura-hura, dan kebutuhan lain.
Dengan persentase, tidak ada alasan bahwa gaji A yang lebih kecil tidak bisa membuatnya berinvestasi.
2. Tentukan Target
Anak kecil saja punya cita-cita, masak kamu tidak? Pasti semua orang punya keinginan. Karena itu, jadikan keinginan tersebut sebagai motivasi investasimu. Kamu harus menentukan target yang ingin kamu raih dan memperhitungkan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai keinginan tersebut. Sebagai contoh, kamu berinvestasi karena ingin liburan keliling Eropa atau untuk biaya pernikahan dan membeli rumah. Itu semua bisa diatur. Dengan menetapkan target, kamu bisa menentukan pula jenis investasi yang cocok.
Investasi tanpa target itu ibarat berlari di treadmill, capai doang tanpa sampai tujuan.
3. Batasi Waktunya
Kita duduk di bangku SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA sama juga 3 tahun, kuliah juga sekarang dibatasi sehingga tak bisa menjadi mahasiswa abadi, begitu pula dengan waktu investasi. Dana yang biarkan mengelola dirinya sendiri itu bukannya tanpa batas waktu. Setelah punya target, kamu tentu ingin dia terealisasi, bukan? Maka dari itu, buatlah ketetapan waktu untuk memenuhi target itu. Penetapan waktu ini akan berpengaruh juga terhadap jenis investasi yang akan kamu ambil sesudahnya. Tidak mungkin menyiapkan dana membeli rumah untuk 50 tahun ke depan. Ingat umur juga kali.
Yang namanya investasi biasanya jangka waktunya lebih panjang daripada menabung. Mungkin tiga tahun ke atas kamu baru merasakan hasilnya.
4. Cari Informasi
Malu bertanya, sesat di jalan. Ungkapan tersebut kayaknya everlasting banget untuk segala situasi, termasuk ketika kita hendak berinvestasi. Informasi yang kuat adalah fondasi yang kokoh untuk merancang investasimu. Jika dulu kebanyakan orang buta tentang investasi, sekarang mbah gugel menyediakan segalanya. Kamu bisa belajar banyak dari sana. Namun, lebih baik lagi jika kamu tanya teman-teman yang sudah berinvestasi lebih awal. Pengalaman mereka adalah guru yang bijak bagi kamu. Jangan sampai karena kurangnya informasi, kamu salah memilih jenis investasi sehingga hasilnya kurang memuaskan. Jangan sampai pula karena minim pengetahuan, kamu malah terjebak dalam investasi yang menipu.
Lebih baik jika investasi yang kamu pilih memiliki jaminan yang pasti. Kalau deposito atau saham, baiknya kamu telusuri bank atau perusahaannya. Lebih baik yang ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan.
5. Tetapkan Jenisnya
Sama seperti makanan, jenis investasi ini bisa dibilang sesuai selera. Ada yang lebih memilih investasi jenis emas perhiasan, logam mulia (LM), deposito, reksadana, ataupun saham. Namun yang mesti kamu ingat, pemilihan jenis investasi itu harus disesuaikan juga dengan target dan waktu. Jika kamu menentukan kamu ingin ASEAN trip dalam tiga tahun ke depan, mungkin reksadana risiko rendah adalah pilihan yang cocok. Namun, jika tujuannya mungkin untuk membeli rumah dalam 10-15 tahun mendatang, alangkah lebih baik beranikan diri untuk bermain saham.
Tiap jenis investasi memiliki risiko dan pertumbuhan uang yang berbeda.
6. Bergerak!
Kamu sudah punya target dan waktu kapan ingin melaksanakan target itu. Kamu juga sudah gali-gali informasi dari banyak orang juga dari internet. Niatmu pun sudah besar untuk mulai berinvestasi. Namun, jika itu semua keinginan, tentu tidak ada kemajuan. Saatnya kamu bergerak! Langsung sisihkan pendapatanmu di awal bulan guna diinvestasikan. Jangan menunda-nunda. Penundaan itu hanya membuat waktu pemenuhan targetmu semakin mundur.
Sebisa mungkin mulailah berinvestasi dari gaji pertama yang kamu dapat agar terbiasa.
Selamat berinvestasi. Jangan pikirkan prestasinya dalam beberapa bulan ke depan ya, tapi pikirkan cara kamu bisa melawan inflasi dan akhirnya hidup akhirnya layaknya rekreasi yang tiada beban. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar