![]() |
| sumber: trymasak.com |
Jika sudah berbicara tentang investasi, rasanya itu sepertinya
melihat makanan di undangan: rasa-rasanya ingin dilahap semua. Sebenarnya, sah-sah saja mencobai semua jenis
yang ada, namun salah-salah kita sakit perut karena kekenyangan atau bisa juga gatal-gatal
karena alergi terhadap salah satu jenis makanan. Karena itu, penting mengetahui
jenis-jenis makanan apa saja yang bisa kita santap tanpa membuat kita sakit
karena kekenyangan. Ini sama halnya dengan memilih jenis investasi
Investasi itu berjuta rasa jenisnya. Kadang-kadang kita bisa kalap
karena ingin mencobai semua jenis investasi keuangan tersebut. Namun, semua
jenis investasi tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kita
sebagai investonya yang harus pintar-pintar memilih jenisnya sesuai
kebutuhan. Jangan sampai jenis investasi
yang kita pilih itu salah dan membuat tujuan kita akhirnya meleset.
Berikut sedikit pemaparan untuk tiap jenis investasi keuangan yang
berdasarkan alumnus seumur jagung ini. Selamat menikmati!
1 Emas Perhiasan
Bisa dibilang, jenis investasi keuangan yang satu ini sifatnya
paling cair. Dengan merebaknya toko emas di mana-mana, jika kita memiliki
kebutuhan mendadak yang mengharuskan untuk mencairkan dana investasi, kita
tidak perlu repot-repot mengurus penjualannya. Emasnya tinggal di bawah ke toko
emas—ada juga toko online yang mau
menerima—kemudian dapat langsung dijual saat itu. Harganya tentu memiliki harga
pasar saat emas mau dijual. Membeli emas perhiasan pun bukan hal yang rumit.
Bujet yang dibutuhka juga sangat fleksibel, dapat disesuaikan seluwes mungkin
dengan anggaran yang dimiliki. Hal yang perlu dipertimbangan saat memutuskan
berinvestasi emas perhiasan adalah penyimpanannya serta perawatan. Jenis emas
ini di Indonesia cenderung kadarnya berkisar 70-75% jadi jangan berpikir
perhiasan total kandungannya 100% sebab masih ada kuningan dan bahan-bahan lain
di dalamnya. Saat menjualnya pun kita akan menerima potongan harga sekitar
Rp20.000 tiap gram sebagai ongkos produksi.
2. Logam Mulia
Jenis investasi keuangan yang satu ini lagi ngehits di kalangan menengah atas. Penyebabnya, harga logam mulia
yang kian melesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika kita datang ke Pegadaian
saja contohnya, kita akan diberi selebaran yang berisi bagaimana si logam mulia
ini sangat berprospek karena dari tahun di awal 2000-an hingga 2014, kenaikan
harganya lebih dari 1000% atau 10 kali lipat. Tentu realitas ini sangat
menggiurkan. Sama seperti emas yang berbentuk perhiasan, emas logam mulia juga
sangat cair dan cepat dijual. Kita bisa menjualnya di toko emas atau Antam atau
Pegadaian. Perlu kelihaian saat menjualnya karena terkadang harga yang
diberikan satu toko atau lembaga dengan yang lainnya berbeda. Namun, penjualan
logam mulia juga secara garis besar mengikuti harga pasar. Jika ingin membeli
emas jenis ini, ambillah yang ukurannya lebih besar karena ongkos produksinya
menjadi lebih murah. Lagi-lagi penyimpanan menjadi sedikit kendala bagi logam
mulia. Bisa saja menyimpan di rumah. Itu tidak masalah. Namun, ada beberapa
orang yang lebih memilih menyimpan logam mulia mereka di deposit
box bank. Inilah yang membutuhkan dana lagi karena deposit box ukuran terkecil saja sekarang harganya bisa Rp600.000
per tahun. Kalau logam mulianya banyak, memang harga ini tidak terasa. Akan
tetapi, jika logam mulianya hanya beberapa gram, tentu harga sedemikian besar
sangat terasa sebab belum tentu kenaikan investasinya dalam setahun dapat
sebesar itu.
3. Saham
Saham adalah lembaran kepemilikan yang bisa kamu peroleh dari
perusahaan yang sudah go public.
Harga per unit saham sangat bergantung kondisi dari dalam ataupun perusahaan
tersebut. Jika kinerja perusahaan sedang baik dan nilai sahamnya meningkat,
kamu bisa untung. Namun jika perusahaan sedang dalam gejolak, bisa saja kamu buntung.
Jika kamu ingin berinvestasi saham, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk
memilih perusahaan yang dituju dan cara memprediksi kondisinya. Untuk
berinvestasi keuangan jenis ini, uang yang akan dikeluarkan cukup sebesar
karena ada ketentuan minimal saham yang harus dibeli. Namun, investasi jenis
ini juga cukup cair. Jika ingin menjual saham, kamu hanya perlu menunggu
prosesnya kurang dari seminggu hari kerja. Oh ya, apabila memutuskan memainkan
investasi saham, pastikan kamu punya kejelian untuk melihat perusahaan mana
yang akan berkembang dan yang mana akan kolaps.
4. Reksadana
Reksana hampir mirip dengan saham. Yang membedakannya adalah
reksadana bermain di banyak saham perusahaan sehingga jika ada saham salah satu
perusahaan yang jatuh, ada perusahaan lain yang dapat menyeimbangan nilai
investasimu. Biasanya reksadana dikelola oleh manajer keuangan. Dialah yang
akan sibuk bermain saham dan mencari celah untuk untung. Karena dikelola orang
lain itulah, reksadana memiliki biaya administrasi. Namun tidak seperti yang
mengharuskan nasabahnya membayar tiap bulan, investor reksadana hanya dipaksa
membayar investasi ketika membeli atau menjual unit reksadananya. Besarannya
relatif rendah pula, 0-3%.
5. Deposito
Sewaktu berkunjung ke bank, sering kita melihat ada layar yang
menampilkan persenan bunga yang akan diterima nasabah jika menabung di tempat
tersebut. Angka yang paling tinggi adalah jenis deposito. Karena inilah,
deposito dapat dikategorikan investasi keuangan. Bunganya yang berkisar 5-7
persen membuat deposito mampu menahan nilai uang dari gerusan inflasi. Namun,
membuka deposito membutuhkan dana yang cukup besar. Ada satu bank yang
menerapkan minimal nominal bagi deposito sebanyak Rp8 juta, ada pula yang
paling sedikit harus menyetorkan Rp25 juta. Kecairan investasi keuangan ini
juga kalah dari emas perhiasan atau logam mulia dan reksadana sebab nasabah
hanya dapat mengambil pada tenggat yang ditentukan, minimal tiga bulan. Jika
mengambil di luar waktu itu, ada penalti yang akan memberi potongan bagi nilai
depositonya
6. Unitlink
Pada sekali waktu, kamu membutuhkan asuransi untuk memproteksi
kesehatanmu bahkan bisa juga jiwamu. Namun pada waktu yang bersamaan, kamu
merasa membutuhkan persiapan keuangan masa depan. Nah, jika demikian, kamu mungkin bisa memilih sistem investasi
keuangan unitlink sebagai jawabannya.
Sistem ini menggabungkan asuransi dengan saham perusahaan sehingga sembari
membayar premi asuransi, secara tidak langsung ada dana yang dialihkan untuk
investasi. Tidak perlu pusing-pusing mengelolanya karena semua telah diatur
oleh pihak asuransi. Kewajiban kita hanya tinggal membayar premi dalam jangka
waktu yang ditentukan, kemudian berleha-leha menunggu pergerakannya. Untuk
investasi keuangan jenis ini, tentu penyimpanan tidak lagi menjadi masalah.
Namun, investasi jenis ini sangat tidak cair karena baru bisa diambil minimal
setelah premi asuransi selesai, biasanya 10 tahun. Apabila nilainya dirasa
belum terlalu memuaskan, kita harus menunggu lagi sampai ada pergerakan yang
lebih positif dari dana investasi ini.
Selamat memilih jenis investasi yang sesuai selera Anda dengan
segala keuntungan dan risikonya. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar