Minggu, 07 Desember 2014

Segala Rupa Investasi Keuangan


sumber: trymasak.com
Jika sudah berbicara tentang investasi, rasanya itu sepertinya melihat makanan di undangan: rasa-rasanya ingin dilahap semua.  Sebenarnya, sah-sah saja mencobai semua jenis yang ada, namun salah-salah kita sakit perut karena kekenyangan atau bisa juga gatal-gatal karena alergi terhadap salah satu jenis makanan. Karena itu, penting mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang bisa kita santap tanpa membuat kita sakit karena kekenyangan. Ini sama halnya dengan memilih jenis investasi


Investasi itu berjuta rasa jenisnya. Kadang-kadang kita bisa kalap karena ingin mencobai semua jenis investasi keuangan tersebut. Namun, semua jenis investasi tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kita sebagai investonya yang harus pintar-pintar memilih jenisnya sesuai kebutuhan.  Jangan sampai jenis investasi yang kita pilih itu salah dan membuat tujuan kita akhirnya meleset.

Berikut sedikit pemaparan untuk tiap jenis investasi keuangan yang berdasarkan alumnus seumur jagung ini. Selamat menikmati!

1 Emas Perhiasan
Bisa dibilang, jenis investasi keuangan yang satu ini sifatnya paling cair. Dengan merebaknya toko emas di mana-mana, jika kita memiliki kebutuhan mendadak yang mengharuskan untuk mencairkan dana investasi, kita tidak perlu repot-repot mengurus penjualannya. Emasnya tinggal di bawah ke toko emas—ada juga toko online yang mau menerima—kemudian dapat langsung dijual saat itu. Harganya tentu memiliki harga pasar saat emas mau dijual. Membeli emas perhiasan pun bukan hal yang rumit. Bujet yang dibutuhka juga sangat fleksibel, dapat disesuaikan seluwes mungkin dengan anggaran yang dimiliki. Hal yang perlu dipertimbangan saat memutuskan berinvestasi emas perhiasan adalah penyimpanannya serta perawatan. Jenis emas ini di Indonesia cenderung kadarnya berkisar 70-75% jadi jangan berpikir perhiasan total kandungannya 100% sebab masih ada kuningan dan bahan-bahan lain di dalamnya. Saat menjualnya pun kita akan menerima potongan harga sekitar Rp20.000 tiap gram sebagai ongkos produksi.

2.  Logam Mulia
Jenis investasi keuangan yang satu ini lagi ngehits di kalangan menengah atas. Penyebabnya, harga logam mulia yang kian melesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika kita datang ke Pegadaian saja contohnya, kita akan diberi selebaran yang berisi bagaimana si logam mulia ini sangat berprospek karena dari tahun di awal 2000-an hingga 2014, kenaikan harganya lebih dari 1000% atau 10 kali lipat. Tentu realitas ini sangat menggiurkan. Sama seperti emas yang berbentuk perhiasan, emas logam mulia juga sangat cair dan cepat dijual. Kita bisa menjualnya di toko emas atau Antam atau Pegadaian. Perlu kelihaian saat menjualnya karena terkadang harga yang diberikan satu toko atau lembaga dengan yang lainnya berbeda. Namun, penjualan logam mulia juga secara garis besar mengikuti harga pasar. Jika ingin membeli emas jenis ini, ambillah yang ukurannya lebih besar karena ongkos produksinya menjadi lebih murah. Lagi-lagi penyimpanan menjadi sedikit kendala bagi logam mulia. Bisa saja menyimpan di rumah. Itu tidak masalah. Namun, ada beberapa orang yang lebih memilih menyimpan logam mulia mereka di deposit box bank. Inilah yang membutuhkan dana lagi karena deposit box ukuran terkecil saja sekarang harganya bisa Rp600.000 per tahun. Kalau logam mulianya banyak, memang harga ini tidak terasa. Akan tetapi, jika logam mulianya hanya beberapa gram, tentu harga sedemikian besar sangat terasa sebab belum tentu kenaikan investasinya dalam setahun dapat sebesar itu.

3. Saham
Saham adalah lembaran kepemilikan yang bisa kamu peroleh dari perusahaan yang sudah go public. Harga per unit saham sangat bergantung kondisi dari dalam ataupun perusahaan tersebut. Jika kinerja perusahaan sedang baik dan nilai sahamnya meningkat, kamu bisa untung. Namun jika perusahaan sedang dalam gejolak, bisa saja kamu buntung. Jika kamu ingin berinvestasi saham, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk memilih perusahaan yang dituju dan cara memprediksi kondisinya. Untuk berinvestasi keuangan jenis ini, uang yang akan dikeluarkan cukup sebesar karena ada ketentuan minimal saham yang harus dibeli. Namun, investasi jenis ini juga cukup cair. Jika ingin menjual saham, kamu hanya perlu menunggu prosesnya kurang dari seminggu hari kerja. Oh ya, apabila memutuskan memainkan investasi saham, pastikan kamu punya kejelian untuk melihat perusahaan mana yang akan berkembang dan yang mana akan kolaps.

4. Reksadana
Reksana hampir mirip dengan saham. Yang membedakannya adalah reksadana bermain di banyak saham perusahaan sehingga jika ada saham salah satu perusahaan yang jatuh, ada perusahaan lain yang dapat menyeimbangan nilai investasimu. Biasanya reksadana dikelola oleh manajer keuangan. Dialah yang akan sibuk bermain saham dan mencari celah untuk untung. Karena dikelola orang lain itulah, reksadana memiliki biaya administrasi. Namun tidak seperti yang mengharuskan nasabahnya membayar tiap bulan, investor reksadana hanya dipaksa membayar investasi ketika membeli atau menjual unit reksadananya. Besarannya relatif rendah pula, 0-3%.

5. Deposito
Sewaktu berkunjung ke bank, sering kita melihat ada layar yang menampilkan persenan bunga yang akan diterima nasabah jika menabung di tempat tersebut. Angka yang paling tinggi adalah jenis deposito. Karena inilah, deposito dapat dikategorikan investasi keuangan. Bunganya yang berkisar 5-7 persen membuat deposito mampu menahan nilai uang dari gerusan inflasi. Namun, membuka deposito membutuhkan dana yang cukup besar. Ada satu bank yang menerapkan minimal nominal bagi deposito sebanyak Rp8 juta, ada pula yang paling sedikit harus menyetorkan Rp25 juta. Kecairan investasi keuangan ini juga kalah dari emas perhiasan atau logam mulia dan reksadana sebab nasabah hanya dapat mengambil pada tenggat yang ditentukan, minimal tiga bulan. Jika mengambil di luar waktu itu, ada penalti yang akan memberi potongan bagi nilai depositonya


6. Unitlink
Pada sekali waktu, kamu membutuhkan asuransi untuk memproteksi kesehatanmu bahkan bisa juga jiwamu. Namun pada waktu yang bersamaan, kamu merasa membutuhkan persiapan keuangan masa depan. Nah, jika demikian, kamu mungkin bisa memilih sistem investasi keuangan unitlink sebagai jawabannya. Sistem ini menggabungkan asuransi dengan saham perusahaan sehingga sembari membayar premi asuransi, secara tidak langsung ada dana yang dialihkan untuk investasi. Tidak perlu pusing-pusing mengelolanya karena semua telah diatur oleh pihak asuransi. Kewajiban kita hanya tinggal membayar premi dalam jangka waktu yang ditentukan, kemudian berleha-leha menunggu pergerakannya. Untuk investasi keuangan jenis ini, tentu penyimpanan tidak lagi menjadi masalah. Namun, investasi jenis ini sangat tidak cair karena baru bisa diambil minimal setelah premi asuransi selesai, biasanya 10 tahun. Apabila nilainya dirasa belum terlalu memuaskan, kita harus menunggu lagi sampai ada pergerakan yang lebih positif dari dana investasi ini.

Selamat memilih jenis investasi yang sesuai selera Anda dengan segala keuntungan dan risikonya.  J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar