Selasa, 06 Januari 2015

ABADI




Anggap saja ini sebuah cerita
Agar berkesan abadi
Agar kamu tetap abadi

Cerita yang tidak dapat ditengarai
Bukan sulit
Hanya saja kisahmu terlalu banyak
Kisah pedih manis yang kau hadapi dengan senyum
Kisah persahabatan, cinta, duka, dan suka
Kisah tentang cita yang pasti akan teraih
Kisah tentang masa lalu, saat ini, dan masa depan
Kisah kamu
Kisah kami

Kisahmu abadi
Seabadi harapanmu
Seabadi citamu
Dan seabadi persahabatan kita

Persahabatan yang katamu telah ditakdirkan
Jika takdir, tentu saja abadi
Persahabatan yang katamu telah membuatmu mengenal Tuhan
Ya, Tuhan itu abadi

Raga-raga kita bisa saja mengerut
Menghilang dalam kepasrahan diri dan kepergian jiwa
Namun mimpi kita, cerita kita, kenangan kita
Tidak ada yang dapat merengggutnya
Tidak pun dengan kematian

Mungkin ragamu sudah terlalu lelah untuk menghadapi surya
Tanganmu telah terlalu lelah untuk mencoba mengepak
Kakimu telah terlalu lelah untuk berlari menuju puncak
Dadamu telah terlalu lelah untuk bernapas
Matamu telah terlalu lelah untuk menahan pejam
Namun, kami yakin jiwamu tak pernah lelah

Jiwamu yang membuat kami berkumpul
Bukan untuk mengenangmu
Karena kamu tetap ada
Jiwamu ikut berkumpul bersama kami
Menyenandungkan segala cerita yang lalu dan yang hendak kau rajut
Menarikan semua kisah yang sempat tertuang dan yang hendak kau luangkan bersama kami

Langkah-langkahmu akan menjadi baka
Dalam langkah-langkah kami yang tak henti mendoakanmu
Tawamu akan menjadi kekal
Dalam senyum kami yang tak lekang memapah mimpi-mimpimu
Untukmu wahai sahabat tercinta
Yang menggoreskan suka dalam duka
Yang melipirkan sesal untuk mimpi
Yang menyajikan ria di atas lelah

Anggap saja ini sebuah cerita
Agar benar-benar abadi
Agar kamu selalu di hati dalam hari-hari nanti



 *) Untukmu wahai Robertus Dwi Yunanto Putro, yang telah mengajarkan bahwa sahabat adalah kebutuhan. Bahwa sahabat adalah saat kita bisa berdampingan tanpa berkata-kata. Bahwa sahabat yang bukan tidak pernah bertengkar, namun mereka yang selalu mempertahankan jalinannya. Salam kangen ya, Nan :) Salam buat Mama. 


Rabu, 17 Desember 2014

Guru Terbaik

Sewaktu kecil, saya sering merasa kesal dan bosan jika ibu saya sudah mengajak pergi ke panti-panti. Pada saat itulah saya merasa, keluarga saya berbeda dengan keluarga teman-teman saya. Jika yang lain bercerita kehebohan keluarga pergi ke tempat hiburan tertentu, saya hanya bisa terdiam membayangkan panti mana lagi yang akan dijadikan ibu saya sebagai tempat liburan saya.

Memang terkadang kami pergi ke luar kota bersama-sama atau ke rumah saudara, namun jiwa ibu saya sepertinya memang tidak pernah bisa terlepas dari mereka yang termarjinalkan. Tidak hanya di panti, di kiosnya yang ada di sebuah pusat perbelanjaan saja, ibu kerap membawa anak jalanan yang ditemuinya di dekat lampu merah. Di sana ibu memberi mereka makan-minum sampai puas. Tak jarang cerita mengalir panjang dari mulut anak-anak itu. Saya sewaktu itu tidak ada minat mendengarkannya, namun pastinya ibu akan menceritakan ulang semua kisah sedih yang dialami anak-anak itu; tentang rumah mereka yang hanya berukuran sekios kami, tentang kesedihan mereka putus sekolah; sampai tentang perceraian orang tua mereka.


Nyatanya, segala kebosanan dan kejengkelan saya menghadapi ulah ibu yang terlalu suka kepada panti dan anak jalanan memberi investasi tersendiri bagi saya. Ya, itu adalah investasi simpati dan rasa syukur. Beranjak dewasa hingga sampai sekarang, makin lama saya kian paham bahwa kesulitan di kehidupan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan anak-anak cacat di panti ataupun anak jalanan yang nasibnya memang kian terpuruk.


Tanpa sadar “pelatihan liburan” yang diberikan ibu sewaktu kecil membuat saya menjadi peka dan lebih mudah tersentuh. Itu juga membuat saya menjad jeli membedakan orang yang benar-benar sulit atau hanya berpura-pura susah. Namun, investasi terbesar dari itu semua tentulah rasa syukur. Hingga kini, sulit bagi saya tidak mensyukuri segala sesuatu yang saya terima ataupun tidak saya terima. Untuk itu semua, saya cuma bisa menngucapkan terima kasih buat mama di surga. Kamu guru terbaik, Ma. 

Selasa, 16 Desember 2014

ARISAN!!!

Siapa sih yang tidak suka ngumpul-ngumpul sama teman, membicarakan segala hal absurd, hingga akhirnya ketawa-ketiwi nggak jelas. Tentu hampir semua orang menyukainya. Berbincang dan berkumpul bersama teman menjadi ajang yang dinanti saat himpitan pekerjaan mulai menyerang. Apalagi pada akhir tahun semacam ini, saat suasana liburan mulai berembus ke arahmu. 

Namun sebenarnya, untuk bertemu teman dan mulai bercengkerama ria tidaklah perlu menunggu liburan. Cukup sedikit selakan waktu guna berjumpa mereka yang kamu sayangi. Cumaaaa, ya itu dia, kadang-kadang alasan untuk bertemum menjadi kabur karena tujuannya pun tidak jelas hingga akhirnya kita memilih pekerjaan yang lebih pasti saja. 

Sebenarnya, ada satu trik untuk mengatasi masalah ini. ARISAN. Ya, dengan cara ini kita bisa punya alasan kuat buat bertemu teman-teman kita: mengocok arisan. Jadi, setiap bulan pasti kita menyempatkan diri temu kangen dengan teman-teman. Walaupun nominal arisannya kecil, itu tidak jadi masalah. Inti pertemuan itu tetaplah berjumpa sahabat-sahabat, bertukar cerita, namun sekaligus berharap-harap cemas mendapat pemasukan tambahan dari arisan atau tidak. 
sumber: nyunyu.com
Ketika menjalani arisan, secara tidak sadar kita juga sedang berinvestasi loh. Ada dua investasi yang kita tanam di sini, yaitu keakraban bersama teman dan tentu saja investasi keuangan. Dibilang sedang memupuk investasi pertemanan karena melalui ajang ini, intesitas pertemuan kita dengan sahabat menjadi terjaga. Kalau dibilang investasi keuangan, ya karena kalau kita dapat kocokan arisan, uangnya bisa segera kita belikan jenis investasi yang sesuai. 

Sebagai contoh, kita ikut arisan dengan nilai Rp100.000 yang diikuti 10 orang. Jika nominal Rp100.000 itu kita pegang di tangan dalam sekali waktu, pasti cepat habis tanpa sisa. Namun, jika kita masukkan itu ke arisan, tanpa terasa kita telah menabung. Sekali mendapat arisan, uang yang kita dapat bisa Rp1 juta. Nah, uang hasil arisan itu bisa kita belikan 2 gram emas Logam Mulia atau 2,5 gram perhiasan emas. Bisa juga untuk tambah investasi saham di rekening reksadana kita. Menarik bukan? Enaknya, kita merasa tidak mengeluarkan banyak uang untuk hal tersebut. Jika sudah membeli jenis investasi tertentu, kita tinggal menunggu hingga akhirnya uang itu yang berputar dan bekerja demi kita ini, pemiliknya. :)

Jadi, bisa dibilang arisan adalah cara yang tepat untuk menabung kecil-kecilan agar ke depannya bisa mengambil investasi jenis tertentu. Arisan juga adalah cara membangun investasi pertemanan agar intensitas pertemuan bisa diatur dan kita bisa melepaskan penat dengan sahabat-sahabat kita. Do you wanna try?

Minggu, 14 Desember 2014

70 atau 75?

"Perhatikan kadar perhiasan emas yang kita beli!"


Tak bisa dimungkiri, perhiasan emas menjadi bentuk investasi yang terkenal sepanjang masa. Dari zaman kakek-nenek hingga sekarang, jenis investasi keuangan yang satu ini tak pernah pudar namanya. Kehadiran logam mulia ataupun saham seakan tidak memengaruhi gemilangnya si emas perhiasan untuk menjadi primadona.

Kenyataan ini tak lepas dari fungsi ganda yang dimiliki oleh perhiasan emas. Pertama, emas perhiasan merupakan salah satu bentuk investasi yang mumpuni. Memiliki investasi keuangan dalam bentuk ini tidak akan membuat kita rugi. Sifatnya sangat cair sehingga mudah dijual kembali tanpa proses yang jelimet. Nilainya pun tidak terlalu fluktuatif, namun terus berkembang secara dinamis.

Kedua, jenis emas yang satu ini bukan hanya menjadi benda mati yang tersimpan dalam brankas atau deposit box di bank. Perhiasan emas dapat dikenakan pada momen-momen yang tepat. Pengenaannya kerap membuat penampilan menjadi lebih elegan dan berkelas. Desainnya juga beraneka ragam sehingga banyak orang terpacu untuk terus membeli perhiasan emas agar koleksinya semakin bertambah dengan desain yang semakin mapan. Tentu saja itu di luar fungsi emas sebagai investasi keuangan.

Perhiasan emas bisa didapatkan di setiap toko emas. Namun disarankan, lebih baik membeli di toko emas yang jaringannya luas sehingga meminamalisasi kemungkinan risiko emas yang dijual di toko itu bodong. Secara logika, jika cabangnya sudah di mana-mana, keberadaan sebuah toko akan mudah terlacak. Jika toko tersebut melakukan penipuan, tindakannya juga akan mudah terendus.

Ada sedikit yang harus diketahui saat membeli perhiasan emas, yaitu kadarnya. Yap, kadar perhiasan emas tentu berbeda dengan emas jenis logam mulia. Di sinilah letak kekurangjelian masyarakat kita. Banyak di antara pembeli emas lebih mempertanyakan karat emas dari perhiasan yang dibelinya. Karat yang tenar di Indonesia adalah emas berkarat 23. Namun harus diperhatikan, kadar di emas karat 23 belum tentu sama satu dengan yang lainnya.

Umumnya lagi, perhiasan emas berkarat 23 di Indonesia rata-rata berkadar 70-75%, baik untuk emas kuning atau emas putih. Inilah yang membuat harga emas di sebuah toko lebih murah atau lebih mahal ketimbang di toko lain. Namun, ada saja toko yang coba memanipulasinya. Tanpa memberitahu calon pembeli, toko tersebut menjual emas kadar 70% setara dengan harga emas berkadar 75%. Ini diakibatkan pembeli tidak banyak bertanya mengenai kadar emas itu.

Karena itu, pastikan selalu menanyakan kadarnya saat hendak membeli emas perhiasan. Jangan terkecoh dengan harga yang lebih murah beberapa ribu tiap gramnya di sebuah toko. Bisa jadi, kadar yang dijual memang berbeda dan malah membuat biaya pembelian menjadi lebih mahal. Tidak mau, bukan? (*)

Rabu, 10 Desember 2014

Jangan Cemas, Ada Butik Emas

Logam mulia atau batangan yang murni menjadi salah satu jenis investasi yang memikat hati. Tertarik mencoba mulai berinvestasi emas Antam, tapi takut tertipu atau takut yang dibeli itu emas bodongan? Di sisi lain, jarak rumah untuk ke kantor Antam Pulo Gadung terlampu jauh dan malas mengantre. Sekarang tidak masalah.

Untuk yang berdomisili sekitar Jakarta Selatan ataupun Depok khususnya dan bagi warga Jabodetabek umumnya, sekarang kita bisa mulai berinvestasi emas dengan langsung mendatangi kantor pusat Aneka Tambang (Antam) di Jalan TB Simatupang. Tadinya di sana tidak dapat melayani pembelian emas. Namun sejak beberapa bulan lalu, kantor pusat Antam ini telah memiliki Butik Emas yang dapat memenuhi keinginan untuk mendapatkan logam mulia tersebut.

Masuk ke dalam kantor pusat Antam tidaklah sulit. Pengamanannya pun tidak ribet. Begitu masuk kantornya, Anda tinggal berbelok ke arah kiri untuk menjumpai sang Butik Emas. Tidak seperti di Antam Pulo Gadung yang antreannya cukup panjang, peminat emas di Butik Emas Antam TB Simatupang ini cenderung tidak terlalu banyak. Hanya hari-hari tertentu saja Anda akan menjumpai antrean yang sedikit mengular.

Di Butik Emas Antam, kita akan disambut baik oleh para petugas. Jika baru pertama kali hendak membeli emas di sini, jangan lupa membawa KTP atau SIM sebab data identitas kita akan disimpan sebagai salah satu syarat membeli emas dari Butik Emas.

Tidak perlu lama mengisi administrasi pembelian, semuanya di-input langsung oleh petugas, kita tinggal menyebutkan data yang dibutuhkan dan menunjukkan kartu identitas. Setelah itu, kita bisa langsung memilih emas logam mulia yang diinginkan, di sana tersedia dari ukuran 1 gram hingga 500 gram.

Butik Emas tidak menerima pembayaran secara cash, hanya ada fasilitas pembayaran debit atau transfer. Jadi, pastikan Anda membawa kartu ATM, seperti BRI, Mandiri, BCA, dan Bank Permata. Untuk BRI, limitnya sedikit lebih kecil, hanya Rp 10.000.000. Kalau tidak ada ATM berjaringan ATM Bersama, Anda bisa membawa uang tunai dan langsung mentransfernya melalui Bank Mandiri yang
kantor cabangnya masih ada dalam gedung Antam TB Simatupang.

Jika melakukan pembayaran dengan transfer, petugas akan memberikan bill untuk Anda beserta nomor rekening yang dituju. Setelah mentransfer, Anda harus kembali petugas untuk menyerahkan bukti transfer. Barulah setelah itu Anda dapat masuk ke loket kecil tempat emas diserahkan.

Pastikan ketika menerima emas, Anda juga mendapat struk pembayaran beserta sertifikat emas yang dibeli. Sertifikatnya ada dua. Pertama, sertifikat yang ada dalam bungkusan emasnya. Khusus untuk pembelian emas 10 gram ke atas, pastikan nomor seri emas di sertifikat dengan di permukaan lempengan yang Anda miliki sama. Kedua, sertifikat pembelian yang mencantumkan nama Anda sebagai pemilik emas tersebut.


Nah, tunggu apalagi. Sekarang membeli emas semakin mudah. Kalau masih ragu-ragu membeli logam mulia di tempat yang belum terpercaya, langsung saja datang ke Butik Emas di kantor pusat Antam, Jalan TB Simatupang.

Senin, 08 Desember 2014

Si Properti yang Memikat

Jika di tulisan sebelumnya sudah dibahas jenis-jenis investasi apa saja yang bisa dnikmati untuk dijalankan, ada lagi nih satu jenis investasi keuangan sangat gereget. Dia adalah PROPERTI! Tulisannya sengaja aku capslock karena memang jenis investasi yang satu ini besar segala-galanya. Modalnya besar. Untungnya besar. Biaya pemeliharaannya besar. Karena itu pula, aku membahasnya sendiri dalam tulisan yang berbeda, terpisah sama jenis investasi lainnya.

sumber: pixabay.com
Yang dapat dikategorikan properti itu, antara lain tanah, rumah, apartemen, kondotel, dan kawan-kawannya. Jenis investasi keuangan yang satu ini memang menggiurkan. Bagaimana tidak, jika investasi lain harus menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan untung optimal, si properti dengan gampang menggasak keuntungan layaknya perampok bank.

Sebagai ilustrasi, misalnya kamu membangun rumah di suatu tempat dengan dana Rp 200 juta, bisa saja kamu langsung menjualnya ketika rumah itu jadi dengan harga 2-3 kali lipat dari modal. Sangat memikat, bukan! Itulah yang selama ini dilakukan oleh para pengembang apartemen, perumahan, hotel, dan lain sebagainya. Potensi yang sedemikian besar juga yang membuat sektor properti sangat berkembang di Indonesia dewasa ini.

Namun, seperti yang sudah ditulis di awal, keuntungan berinves di properti memang besar, tapi modalnya juga tak kalah besar! Kalau kayak alumnus yang baru seumur jagung ini, menjadi pemain di sektor properti guna berinvestasi masih sekadar angan-angan. No money.

Meskipun keuntungnnya besar, sektor properti harus dimainkan dengan jeli. Tak jarang orang yang bersaku tebal tak memiliki keberanian untuk berinvestasi di properti. Memang itulah hukum investasi: high risk high return. Diperlukan tekad yang kuat dan keberanian yang besar untuk berinvestasi di sektor ini.

Untuk lebih jelasnya coba kupaparkan keuntungan dan kelemahan yang ada dalam investasi sektor ini.

KEUNTUNGAN

  1. Gampang dijual. Tak dapat memungkiri, mungkin karena sifatnya yang adalah kebutuhan dasar--berdasarakan pelajaran di SD dulu--properti diminati oleh banyak orang, tanpa mengenal tempat dan waktu. Tanah, rumah, dan apartemen selalu menjadi primadona dari waktu ke waktu sehingga menjualnya sangat gampang.
  2. Nilai tak pernah turun. Jika saat menjual emas atau mencairkan saham, kita harus memperhatikan kondisi saat itu: harganya sedang naik atau turun; tidak demikian dengan properti. Mau dijual kapan saja dan di mana saja, harganya pasti tidak pernah turun. Jadi saat bermain di jenis investasi ini, kamu bisa bernapas lega karena hartamu tak pernah mengalami penurunan nilai.
  3. Tidak pusing penyimpanan. Kalau investasi emas, pasti masalah penyimpanan menjadi beban pikiran tersendiri. Salah-salah naruh, emas itu bisa hilang atau digondol maling. Kalau berinvestasi properti, kamu tak perlu takut harus menyimpannya di mana.
  4. Keuntungan besar. Seperti yang sudah djelaskan pada pengantar, produk properti bisa dijual berkali-kali lipat dari modalnya. Keuntungannya bukan lagi receh, melainkan berlembar-lembar uang merah.
KELEMAHAN
  1. Modal besar. Bermain investasi properti tidak dapat menunggu waktu karena harganya kian lama makin menanjak. Sebagai contoh, harga tanah di Margonda, Depok,  pada tahun 1987 hanya sekitar Rp25.000 per meter persegi, namun sekarang sudah menyentuh angka Rp 5 juta per meter persegi. Modal besar inilah yang menjadi kelemahan terbesar bermain investasi di sektor ini bagi investor pemulai. 
  2. Pengurusannya ribet. Intinya, ini karena sistem birokrasi kita yang masih amburadul. Untuk pada akhirnya memilih properti sebagai sarana investasi, kamu harus mempertimbangan surat-surat perizinan bagi investasi kalian, seperti sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan segala macam. Pastikan juga jangan sampai lahan dan properti kalian merupakan sengketaan. Itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari. 
  3. Pajak terus dinaikkan. Ini sebenarnya sama seperti biaya administrasi bank saat kita memutuskan memilih berinvestasi deposito. Namun, negeri yang sedang gencar mencari pemasukannya lewat pajak ini terus menaikkan biaya Pajak Bumi Bangunan (PBB). Kalian harus siap untuk biaya yang satu ini setiap tahunnya jika sudah memutuskan berinvestasi properti.
  4. Renovasi. Masalah ini terutama untuk investasi yang sudah berbentuk bangunan atau apartemen. Jika sudah ditempati sekian lama, tentunya harus ada peremajaan agar nilai jualnya tinggi. Untuk itu, dibutuhkan biaya yang juga tidak sedikit.
Yaps, itu sedikit pemaparan soal investasi properti. Bagi yang minat dan ada dananya, jangan tunggu-tunggu untuk mulai berinvestasi properti dari sekarang sebab harga tanah, rumah, dan teman-temannnya tidak pernah turun. Oke? Selamat berinvestasi!

Minggu, 07 Desember 2014

Segala Rupa Investasi Keuangan


sumber: trymasak.com
Jika sudah berbicara tentang investasi, rasanya itu sepertinya melihat makanan di undangan: rasa-rasanya ingin dilahap semua.  Sebenarnya, sah-sah saja mencobai semua jenis yang ada, namun salah-salah kita sakit perut karena kekenyangan atau bisa juga gatal-gatal karena alergi terhadap salah satu jenis makanan. Karena itu, penting mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang bisa kita santap tanpa membuat kita sakit karena kekenyangan. Ini sama halnya dengan memilih jenis investasi


Investasi itu berjuta rasa jenisnya. Kadang-kadang kita bisa kalap karena ingin mencobai semua jenis investasi keuangan tersebut. Namun, semua jenis investasi tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kita sebagai investonya yang harus pintar-pintar memilih jenisnya sesuai kebutuhan.  Jangan sampai jenis investasi yang kita pilih itu salah dan membuat tujuan kita akhirnya meleset.

Berikut sedikit pemaparan untuk tiap jenis investasi keuangan yang berdasarkan alumnus seumur jagung ini. Selamat menikmati!

1 Emas Perhiasan
Bisa dibilang, jenis investasi keuangan yang satu ini sifatnya paling cair. Dengan merebaknya toko emas di mana-mana, jika kita memiliki kebutuhan mendadak yang mengharuskan untuk mencairkan dana investasi, kita tidak perlu repot-repot mengurus penjualannya. Emasnya tinggal di bawah ke toko emas—ada juga toko online yang mau menerima—kemudian dapat langsung dijual saat itu. Harganya tentu memiliki harga pasar saat emas mau dijual. Membeli emas perhiasan pun bukan hal yang rumit. Bujet yang dibutuhka juga sangat fleksibel, dapat disesuaikan seluwes mungkin dengan anggaran yang dimiliki. Hal yang perlu dipertimbangan saat memutuskan berinvestasi emas perhiasan adalah penyimpanannya serta perawatan. Jenis emas ini di Indonesia cenderung kadarnya berkisar 70-75% jadi jangan berpikir perhiasan total kandungannya 100% sebab masih ada kuningan dan bahan-bahan lain di dalamnya. Saat menjualnya pun kita akan menerima potongan harga sekitar Rp20.000 tiap gram sebagai ongkos produksi.

2.  Logam Mulia
Jenis investasi keuangan yang satu ini lagi ngehits di kalangan menengah atas. Penyebabnya, harga logam mulia yang kian melesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika kita datang ke Pegadaian saja contohnya, kita akan diberi selebaran yang berisi bagaimana si logam mulia ini sangat berprospek karena dari tahun di awal 2000-an hingga 2014, kenaikan harganya lebih dari 1000% atau 10 kali lipat. Tentu realitas ini sangat menggiurkan. Sama seperti emas yang berbentuk perhiasan, emas logam mulia juga sangat cair dan cepat dijual. Kita bisa menjualnya di toko emas atau Antam atau Pegadaian. Perlu kelihaian saat menjualnya karena terkadang harga yang diberikan satu toko atau lembaga dengan yang lainnya berbeda. Namun, penjualan logam mulia juga secara garis besar mengikuti harga pasar. Jika ingin membeli emas jenis ini, ambillah yang ukurannya lebih besar karena ongkos produksinya menjadi lebih murah. Lagi-lagi penyimpanan menjadi sedikit kendala bagi logam mulia. Bisa saja menyimpan di rumah. Itu tidak masalah. Namun, ada beberapa orang yang lebih memilih menyimpan logam mulia mereka di deposit box bank. Inilah yang membutuhkan dana lagi karena deposit box ukuran terkecil saja sekarang harganya bisa Rp600.000 per tahun. Kalau logam mulianya banyak, memang harga ini tidak terasa. Akan tetapi, jika logam mulianya hanya beberapa gram, tentu harga sedemikian besar sangat terasa sebab belum tentu kenaikan investasinya dalam setahun dapat sebesar itu.

3. Saham
Saham adalah lembaran kepemilikan yang bisa kamu peroleh dari perusahaan yang sudah go public. Harga per unit saham sangat bergantung kondisi dari dalam ataupun perusahaan tersebut. Jika kinerja perusahaan sedang baik dan nilai sahamnya meningkat, kamu bisa untung. Namun jika perusahaan sedang dalam gejolak, bisa saja kamu buntung. Jika kamu ingin berinvestasi saham, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk memilih perusahaan yang dituju dan cara memprediksi kondisinya. Untuk berinvestasi keuangan jenis ini, uang yang akan dikeluarkan cukup sebesar karena ada ketentuan minimal saham yang harus dibeli. Namun, investasi jenis ini juga cukup cair. Jika ingin menjual saham, kamu hanya perlu menunggu prosesnya kurang dari seminggu hari kerja. Oh ya, apabila memutuskan memainkan investasi saham, pastikan kamu punya kejelian untuk melihat perusahaan mana yang akan berkembang dan yang mana akan kolaps.

4. Reksadana
Reksana hampir mirip dengan saham. Yang membedakannya adalah reksadana bermain di banyak saham perusahaan sehingga jika ada saham salah satu perusahaan yang jatuh, ada perusahaan lain yang dapat menyeimbangan nilai investasimu. Biasanya reksadana dikelola oleh manajer keuangan. Dialah yang akan sibuk bermain saham dan mencari celah untuk untung. Karena dikelola orang lain itulah, reksadana memiliki biaya administrasi. Namun tidak seperti yang mengharuskan nasabahnya membayar tiap bulan, investor reksadana hanya dipaksa membayar investasi ketika membeli atau menjual unit reksadananya. Besarannya relatif rendah pula, 0-3%.

5. Deposito
Sewaktu berkunjung ke bank, sering kita melihat ada layar yang menampilkan persenan bunga yang akan diterima nasabah jika menabung di tempat tersebut. Angka yang paling tinggi adalah jenis deposito. Karena inilah, deposito dapat dikategorikan investasi keuangan. Bunganya yang berkisar 5-7 persen membuat deposito mampu menahan nilai uang dari gerusan inflasi. Namun, membuka deposito membutuhkan dana yang cukup besar. Ada satu bank yang menerapkan minimal nominal bagi deposito sebanyak Rp8 juta, ada pula yang paling sedikit harus menyetorkan Rp25 juta. Kecairan investasi keuangan ini juga kalah dari emas perhiasan atau logam mulia dan reksadana sebab nasabah hanya dapat mengambil pada tenggat yang ditentukan, minimal tiga bulan. Jika mengambil di luar waktu itu, ada penalti yang akan memberi potongan bagi nilai depositonya


6. Unitlink
Pada sekali waktu, kamu membutuhkan asuransi untuk memproteksi kesehatanmu bahkan bisa juga jiwamu. Namun pada waktu yang bersamaan, kamu merasa membutuhkan persiapan keuangan masa depan. Nah, jika demikian, kamu mungkin bisa memilih sistem investasi keuangan unitlink sebagai jawabannya. Sistem ini menggabungkan asuransi dengan saham perusahaan sehingga sembari membayar premi asuransi, secara tidak langsung ada dana yang dialihkan untuk investasi. Tidak perlu pusing-pusing mengelolanya karena semua telah diatur oleh pihak asuransi. Kewajiban kita hanya tinggal membayar premi dalam jangka waktu yang ditentukan, kemudian berleha-leha menunggu pergerakannya. Untuk investasi keuangan jenis ini, tentu penyimpanan tidak lagi menjadi masalah. Namun, investasi jenis ini sangat tidak cair karena baru bisa diambil minimal setelah premi asuransi selesai, biasanya 10 tahun. Apabila nilainya dirasa belum terlalu memuaskan, kita harus menunggu lagi sampai ada pergerakan yang lebih positif dari dana investasi ini.

Selamat memilih jenis investasi yang sesuai selera Anda dengan segala keuntungan dan risikonya.  J